Ramalan HB 1 dan Ratapan Harjuna

arjuna flatDikutip Dari Majalah Adiluhung Edisi 01

Oleh : Daniel Tatag

Hidupnya senantiasa di­rundung kesedihan. Dan ia selalu gelisah, karena belum mampu mengungkapkan kesedihannya itu. Mulutnya pun seolah diam membisu. Kebisuan hatinya yang membendung mulutnya untuk menuturkan kata-kata. Oleh karena itu dia hanya merintih-rintih bagaikan suara kinjeng tangis. Tangisnya membuahkan butir-butir air ma­ta yang sangat bening, keluar dan jatuh menetes dari kelopak mata lembut dengan plisiran alis rambut yang sangat tebal. Air matanya membasuh mukanya yang sangat tampan tanpa cacat. Dahulu ke­tampanannya adalah keindahan buat banyak hati wanita.

Selang waktu sesaat, kepe­dih­an hatinya telah dapat di­atasi. Kekuatan batin yang dikumpulkan mulai memunculkan bebe­rapa patah kata dari mulutnya, meski butir-butir bening air mata tetap terus mengalir.

Raganya yang tampak kurus terguncang-guncang karena upayanya melambungkan pujian dan rasa syukur. Dengan suara terputus-putus dikatakan, betapa kesabarannya telah membuahkan hasil. Dia berterimakasih karena ada sosok manusia yang telah mampu menyapa dirinya. Maka, kini tangisnya tak hanya soal ke­se­dihan, tetapi karena rasa syukur dan karena telah menerima kasih. Betapa terharunya dia ketika kesunyi­an hatinya tiba-tiba terangkat tanpa diduganya sebelumnya. Kesepian dan kesunyian ternyata telah menyertai pengabdian hidupnya selama ini.

Jelaslah kini, tangisnya ada­lah tangis kesepian. Ditanyakan, mengapa pengabdiannya sepi dari perhatian orang. Dijawab, tak diharapakan sama sekali sebuah balasan sekecil apapun kecuali hanya pemberian hak atas peng­abdiannya. Pengabdiannya itulah yang akan menyempurnakan rohnya untuk menuju alam kebahagiaan kekal.

Itulah ratapan Raden Teja Candra Bumi yang terungkap melalui tokoh spiritual Jawa Nak Mas Haryo Sutomo. Hal itu terungkap di rumah Ki Dalang Hadi Susanto, Sawangan, Magelang.  Jati diri Raden Teja Candra Bumi sendiri tak terungkap secara tuntas. Mengapa dia mendapatkan sebutan seperti itu, dan kapan dia hidup di alam nyata. Namun kini sosok itu telah ‘mewujud’ dalam diri tokoh ksatria Pandawa, Pa­ngeran Harjuna.  Ki Dalang Hadi Susanto juga mempunyai wa­yang kulit berupa Raden Harjuna dalam wujud yang lain, yang dianggapnya lebih keramat. Karena kedekatan wa­yang kulit itu de­ngan almarhum ayahnya, Ki Cermodiguno yang mendapatkan sebutan ‘dalang sejati’, ka­rena merupakan dalang ruwat terkenal pada masa hidupnya.

Di dalam sosok wayang kulit Pangeran Harjuna itu, menurut Nak Mas Haryo Sutomo ber­semayam roh suci leluhur mataram yang dijuluki Ki Ageng Suryo Sejati.
“Suryo Sejati ini dahulu adalah tokoh agama yang sangat taat. Beliau ini mengaku sangat sedih hatinya melihat keadaan bangsa yang sekarang ini sudah melupakan tradisi leluhur untuk menghormati bumi dengan bentuk-bentuk upacara yang pernah ada. Dia mengatakan, kalau orang mau mengerti terhadap bumi ini, bakal mendapatkan terang sejati dari Sang Ilahi. Bahkan beliau juga berpesan agar orang bersedia mencari sejati­nya hidup masing-masing yang bersangkutan hingga menuju ke kesempurnaan,” tutur Haryo Sutomo. Kedua buah wayang Harjuna ini tampak tua karena tak ada pembaharuan cat. Setiap harinya berada dalam rawatan Ki Dalang Hadi Susanto. Kedua wayang merupakan warisan dari orang tuanya, Ki Cermodiguno. Bahkan seperti diceritakan Ki Hadi Susanto, ayahnya ketika menjelang wafat sempat berpesan agar wayang Harjuna yang ditempati Ki Suryo Sejati harus diikutkan mengantar jenasahnya sampai ke makam. “Dan benar-benar saya laksanakan. Wayang kulit Harjuna mengiringi kepergan ayah saya ke peristirahatan kekal. Itulah keramatnya kedua wayang Herjuna, “ kata Ki Hadi Susanto.


Baca Artikel Lengkapnya didalam Majalah Adiluhung Edisi 01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s